Saya lebih suka membuat digital graffiti di bandingkan membuat graffiti secara konvesional, yaitu dengan spray cat dan tembok. Alasannya karena tidak ribet, tak perlu mencari tembok, bisa dilakukan kapan saja dan tentu saja gratis.

Kali ini saya membuat realistic 3D Graffiti Z x Monstera yang menjadi huruf penutup 36 Days of Type 2020 yang saya ikuti (bisa dilihat di instagram saya atau behance untuk huruf yang lain).

36 Days of Type adalah project yang mengajak desainer, ilustrator, dan seniman grafis dari seluruh dunia untuk berekspresi dan berbagi interpretasi kreatif mereka tentang huruf dan angka latin.

Untuk mengikutinya cukup gunakan hashtag #36daysoftype dan #36days_[LETTER/NUMBER]. Contoh: #36days_A atau #36days_1

Setelah itu 3D Graffiti tersebut akan saya coba composite dengan foto taman. Saya akan menunjukkan proses dalam membuat digital graffiti. Step by step apa saja yang dilakukan. Dari membuat sketch, outline, fill, shadow, menambah efek, dan memadukan graffiti dengan foto.

Tools:

  • Pencil Brushes
  • Spraypaint Brushes
  • Pen Tablet Veikk A30

Aplikasi:

  • Adobe Illustrator
  • Adobe Photoshop
  • Luminar 4

Step 1:

Artboard

Langkah pertama adalah membuat dokumen baru di Adobe Illustrator. Dokumen saya beri judul “Z”. Untuk ukuran artboard saya menggunakan ukuran A2, agar mempermudah saat dibuka di aplikasi lain.

Step 2:

Rough Sketch

Saya memulai dengan membuat rough sketch dengan Pencil Brushes di Illustrator. Untuk mempermudah dalam menggambar saya memakai Pen Tablet Veikk.

Sketch di mulai dari bentuk dasar huruf Z. Saya terbiasa langsung membuat huruf secara abstrak.

Kemudian saya menambahkan sketch untuk 3D shadow. Karena style yang digunakan adalah 3D, jadi pembuatan shadow ini tidak menggunakan aturan arah cahaya.

Biasanya dalam membuat rough sketch, saya hanya menuangkan ide saja tanpa harus menggambar secara detail (namanya saja rough sketch alias sketsa kasar). Untuk proses yang lebih detail akan dilakukan di proses selanjutnya

Step 3:

Outline

Masih di Illustrator, saya menggunakan Pentool untuk membuat outline. Rough sketch tadi di trace yang akan menghasilkan outline vector.

Di step ini juga penambahan untuk detailnya saya lakukan. Bisa dilihat hasilnya jauh berbeda dengan rough sketch yang sudah dibuat. Saya jarang membuat graffiti sesuai dengan sketch, pasti ada penambahan dalam prosesnya.

Step 4:

Fill Color

Setelah outline selesai, langkah selanjutnya saya memberikan basic color untuk mendapatkan preview dari bentuk graffiti tersebut. Setelah itu baru nanti ditambahkan efek lainnya, seperti highlight, shading, dan spraypaint.

Warna yang saya gunakan sebagai warna dasar adalah warna kuning atau warna orange?

Step 5:

Highlight dan Shading

Untuk menciptakan efek highlight dan shading, kali ini saya menggunakan gradient fill untuk mempermudah. Sebenarnya bisa saja menggunakan brush dalam prosesnya, tapi karena graffiti ini terlalu detail (saya yang malas) sehingga saya lebih suka pakai gradient.

Ada 8 warna yang digunakan sebagai gradient, warna ini hanya sebagai dasar saja, nanti dalam prosesnya akan akan perubahan sedikit

Dari kombinasi warna gradient tersebut, saya memberikan highlight dan shading pada graffiti. Warna tiap bagian tidak sama persis, ada beberapa yang saya ubah agar sesuai.

Untuk menciptakan efek highlight dan shadow yang realistis, bisa menggunakan brush di Photoshop.

Step 6:

Splatter & Drip

Dalam membuat digital graffiti jika dibandingkan dengan graffiti konvesional, biasanya akan terlihat jelas perbedaannya. Oleh karena itu, untuk memberikan kesan realistic saya menambahkan splatter dan drip menggunakan brush di Photoshop.

Saya menggunakan brush Spraypaint dari SpoonGraphics (big thanks to Chris Spooner). Warna untuk brush saya sesuaikan dengan warna graffitinya.

Tak lupa saya tambahkan graffiti tag name menggunakan brush bawaan Photoshop.

Step 7:

Background & Texture

Agar terlihat lebih realistic lagi, saya menambahkan background. Daripada menggunakan background mainstream seperti tembok, saya lebih memilih menggunakan map pulau Jawa.

Selain background tembok, bisa digunakan juga mockup canvas, poster, ataupun objek lainnya.

Saya juga menambahkan Glued Paper Texture yang didapat dari Freeject.

Menggunakan map sebagai background dan glued paper sebagai texture. Untuk glued paper cukup menggunakan blending mode dan ditambah curves dan level untuk mengatur kecerahan.


Setelah proses pembuatan graffiti selesai. Proses selanjutnya adalah menggabungkan atau compositing graffiti ke dalam foto taman.

Step 1:

Stock Photos

Saya mencari foto tanaman di Unsplash dengan keyword Monstera. Cukup banyak hasil pencariannya, namun sangat sedikit yang sesuai dengan kriteria. Saya mencari yang memiliki orientasi landscape dan memiliki space longgar di bagian tengahnya.

Setelah mendapatkan beberapa pilihan, saya akhirnya menemukan yang sesuai seperti yang saya inginkan.

Photo by Chris Abney on Unsplash

Foto taman dengan berbagai tumbuhan hijau dan space longgar dibagian tengahnya cocok untuk meletakkan graffiti di bagian tengahnya.

Step 2:

Placing Graffiti & Photo

Foto yang sudah dipilih tadi kemudian saya import ke Photoshop. Untuk ukuran dokumennya adalah 2400×1600 (kurang lebih 2x resolusi monitor saya).

Lalu 3D Graffiti tadi saya copy dari document yang sebelumnya dan paste di document yang baru dibuat.

Step 3:

Masking Graffiti

Graffiti yang sudah ada di atas foto, saya beri masking untuk menghilangkan atau menyembunyikan area tertentu. Hal tersebut dilakukan agar graffiti terlihat menyatu dengan tanaman.

Menghapus area atau object menggunakan masking tidak akan mempengaruhi file asli. Jika ingin mereset ke bentuk semula, tinggal kita disable atau delete masking tersebut. Maka tampilan gambar atau foto akan kembali seperti semula.

  1. Pertama seleksi area tertentu menggunakan Magnetic Lasso Tool
  2. Kemudian click Add Layer Mask yang ada di Layer Panel

Secara otomatis area yang sudah diseleksi tadi akan menghilang. Trik ini lebih efisien dilakukan dibanding menggunakan brush, karena jika memakai brush akan ada beberapa area yang kadang tidak ikut terhapus (jika kurang teliti).


Setelah proses compositing graffiti ke dalam taman selesai, selanjutnya adalah edit hasil composite tersebut di Luminar 4. Beberapa editing yang saya lakukan meliputi:

  • White Balance
  • Exposure
  • Contrast
  • Saturation
  • Sharpness
  • Dll

Karena saya menggunakan Luminar 4 lokasi tools tersebut berbeda dengan aplikasi editing foto lain seperti Lightroom dan Photoshop. Tapi dari fungsi utama masih sama.

Step 1

Open Luminar 4

Dari Photoshop kita bisa live-edit menggunakan Luminar 4 sebagai filter. Pilih gambar atau foto yang akan diedit. Pilih menu Filter > Skylum Software > Luminar 4.

Secara otomatis Luminar 4 akan terbuka di jendela baru sebagai Filter Photoshop.

Sebenarnya tidak ada perbedaan memakai Luminar 4 sebagai filter/plugin dan memakai secara standalone. Hanya saja kali ini, jika memakai Luminar 4 standalone, kita harus export dari Photoshop terlebih dulu sebelum dibuka di Luminar 4.

Cukup merepotkan jika tidak puas dengan hasil editan dan harus kembali membuka Luminar 4. Sedangkan jika sebagai filter/plugin, cukup mudah untuk me-revert editan dan kembali ke Photoshop.

Step 2

Editing

Setelah terbuka di Luminar 4 saya melakukan beberapa editing seperti mengatur pencahayaan, menambahkan efek cahaya matahari, color balance, dan disini saya menggunakan LUT untuk mempermudah.

Tools Luminar 4 yang saya pakai meliputi Light, AI, Enhance, Color, Landscape Enhancer, Sunrays, Matte Look, LUT, dan Gradient.

Sebenarnya masih banyak tools lainnya, tapi kali ini hanya itu yang saya butuhkan dalam proses editing 3D Graffiti ini.

Before After di Luminar 4

Kemudian proses editing tersebut saya ulang dengan pengaturan yang berbeda beberapa kali untuk menghasilkan tone yang berbeda juga.


Finish!

Saya mendapatkan 3 hasil lain yang memiliki tone siang, sore, dan malam.

Teknik dalam membuat Graffiti setiap orang berbeda. Anda bisa menemukan style unik yang sesuai dengan anda. Seni itu tidak memiliki batasan, selama kita mau terus mengeksplorasinya.

let your art be as unique as you!

Unknown

Sekian step-by-step, tips dan trik dalam membuat 3D Graffiti “Z x Monstera” simpel dari saya. Semoga anda suka.

Jika ada pertanyaan terkait artikel ini, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar dibawah.